Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label TVXQ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TVXQ. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

Untitled Story 2


Title                : Untitled Story
Author             : iceteacassie a.k.a. Aistiyana a.k.a. i5ryansmanda
Rating              : PG
Genre              : Angst, Romance
Cast                 : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Park Yoochun.
Warning           : Agak Lebay...

Sub Title: His Old Friend
=========

Author POV
Di tengah perjalanan pulangnya, Yunho secara tidak sengaja bertemu dengan sahabatnya-Yoochun- yang sedang mengendarai sebuah mobil mewah.
Yoochun adalah sahabat dekat Yunho dan Jaejoong saat masih menjadi anggota kesatuan dulu. Saat mereka masih aktif, Yunho, Jaejoong, dan Yoochun selalu bersama-sama dalam mengerjakan hal apapun. Entah itu saat bertugas, latihan, atau saat beristirahat sekalipun. Mereka juga pernah berjanji akan terus menjaga persahabatan mereka sampai kapanpun juga. Hubungan mereka ini layaknya hubungan antara saudara kandung.
Dan walaupun saat ini Yunho telah dianggap sebagai sampah masyarakat atau sebagai orang yang tidak layak hidup lagi di daerah itu, Yoochun tetap menganggap Yunho sebagai sahabatnya.
Hal ini tidak dianggap sebagai suatu masalah baginya, karena Yoochun pun tidak terlalu mempermasalahkan hal-hal sepele seperti itu.
Alasannya sama seperti yang pernah dipaparkan oleh Jaejoong sebelumnya, yaitu pada dasarnya, kematian temannya itu bukan murni kesalahan Yunho. Hanya saja, saat itu Yunho sedang tidak beruntung. Karena pada saat itu, dia sedang berada pada tempat dan waktu yang salah.

=========

"Yoochun-shi ?!" sapa Yunho sopan.
"Ya, Yunho. Bagaimana kabarmu?" seketika itu pula Yoochun menghentikan mobilnya.
"Aku baik-baik saja. Apa ada urusan penting disini?" ucapnya sambil menengok ke arah dalam mobil.
Yoochun membuka kaca pintu mobilnya dan berkata,"Bukan urusan besar. Hanya saja, aku ingin bertemu dengan seseorang."
"Urusan pribadi ya?"
"Tidak juga. Hmmm... Kebetulan sekali, apa kau sedang sibuk sekarang?"
"Tidak."
"Baguslah. Ayo ikut aku. Naiklah." pinta Yoochun sambil tersenyum.
"Baiklah."
Yunho pun akhirnya ikut Yoochun pergi. Entah kemana sahabatnya itu akan membawanya pergi, Yunho pun tidak tahu.
-
-
-
Hening menyelimuti sisa perjalanan mereka berdua.
Yunho hanya melihat jalanan dari kaca jendela di sampingnya. Sementara Yoochun tetap fokus pada aktivitas mengemudinya.
-
-
-
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, tibalah mereka di depan sebuah rumah bercat putih.
"Ini..." ujar Yunho begitu melihat rumah yang ada didepannya kini.
"Heum... Ini rumah Jaejoong. Tentu kau sudah tahu tentang hal ini. Kebetulan ada kau disini, jadi aku ingin minta bantuanmu. Bagaimana?"
"Baiklah. Tapi, tergantung bantuan apa yang kau minta." ucap Yunho karena curiga pada perkataan sahabatnya ini.
"Baguslah. Aku ingin kau membantuku untuk melamar Jaejoong."

=========

TBC

Fuih...
Short chap...
Ehehehehe...
Give me some comments please...
Gomawo......#deep bow

Untitled Story 1


Title                : Untitled Story
Author             : iceteacassie a.k.a. Aistiyana a.k.a. i5ryansmanda
Rating             : PG
Genre              : Angst, Romance
Cast                 : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Park Yoochun.
Warning          : Agak Lebay...

Subtitle : Our Meeting
=========

Pagi ini...
Sang Surya mulai menampakkan keindahannya. Ia muncul dari balik pegunungan dan bersinar secerah mungkin. Suasana yang nampak gelap kini telah berubah terang secara perlahan. Bintang dan Bulan pun berusaha menyembunyikan cahaya terang mereka. Awan dan langit mulai terlihat jelas di mata seorang lelaki yang masih berdiri di bawah pohon rindang perbukitan itu.
Dia masih saja memandang arah munculnya bintang terdekat bumi itu dengan seksama. Seolah-olah tidak ingin melewatkan waktu sedetikpun tanpa melihat kesempurnaan pagi ini.
' indah sekali ' batinnya.

FB

"Ya, Yunho ! Sampai kapan kau akan menarik tanganku ini?" tanya seorang anak lelaki berumur 10 tahun.
"Sebentar dulu. Kita masih belum sampai" jawab anak lekaki yang umurnya 1 tahun lebih tua.
Mereka berdua masih berlari-lari kecil saat ini. Seolah-olah sedang terburu-buru mengejar sesuatu.
Dan tibalah mereka di suatu tempat yang merupakan puncak bukit tertinggi di daerahnya. Disana ada sebuah pohon besar yang cukup rindang untuk berteduh.
"Kenapa kau mengajakku ketempat ini Yun?" tanya Jae.
"Aku ingin kau melihat sesuatu. Tunggu dan lihat saja." jawab Yunho.
Tak seberapa lama kemudian, dari balik pegunungan muncullah seberkas sinar yang berwarna jingga. Indah sekali.
"Lihatkan... Bukahkan ini indah Jae?"
"Heum.. Terlihat cantik sekali jika dilihat dari sini."
Mendengar ucapan Jae tadi, Yunho hanya tersenyum sambil terus menatap pria disampingnya itu, sementara pria yang dipandanginya itu masih terkagum-kagum dengan apa yang baru saja dilihatnya.

End of FB

Tak terasa sudah dua jam lebih dia berdiri di tempat itu.
Terik matahari sudah mulai menghangatkan seluruh tubuhnya.
Ini adalah saatnya dia kembali ke rumah.

=========

Sesampai di rumah dia langsung masuk ke dalam kamarnya.
Mengunci pintu rapat-rapat dari dalam.
Seakan-akan berusaha menyembunyikan keberadaannya saat ini.

=========

Setiap hari, setiap saat, setiap detik yang ia lalui. Ia gunakan hanya untuk meruntuki dirinya sendiri.
'apakah aku boleh mencintainya ??'
Pertanyaan itulah yang selama ini masih melekat pada pusat sistem syarafnya itu.
Pertanyaan yang selalu saja membayang-bayanginya setiap waktu.
Dan pertanyaan yang tidak pernah dapat ia jawab sampai kapanpun juga.

=========

Dibukanya meja nakas di samping tempat tidurnya itu. Tempat rahasianya menyembunyikan barang-barang istimewa miliknya. Perlahan-lahan. Dan akhirnya diambilnya juga sebuah amplop berisikan selembar surat yang tidak pernah ia kirim sebelumnya.
Ia pun membaca surat itu. Walaupun hal ini selalu ia lakukan setiap hari, tapi entah kenapa tak pernah membuatnya bosan sama sekali.

=========

To : Kim Jaejoong.

Wahai sepupuku...
Pantaskah aku memanggilmu dengan sebutan itu sekarang?
Dan bolehkah aku memberitahumu sesuatu?

Aku bukanlah orang yang pandai berkata-kata.
Aku juga bukan penyair yang dengan mudah membuat sajak tertentu.
Tapi, melalui surat ini. Aku ingin kau mengetahui sesuatu.
Mungkin hal ini akan membuatmu semakin membenciku. Tapi aku tidak peduli. Aku sudah bosan menahannya selama ini. Aku tidak mau menyembunyikannya lagi. Jadi aku putuskan untuk mengatakannya padamu.

Jaejoong...
Andai kau bukan sepupuku sekarang, mungkin saat ini aku bisa memilikimu seutuhnya.
Andai kita tidak terikat hubungan darah dari awal, pasti cintaku ini tidak akan pernah kandas sampai disini saja.
Andai kita tak dalam satu keluarga saat ini, mungkin kita bisa membuat keluarga kecil milik kita sendiri.
Dan andai kita bisa dilahirkan untuk kedua kalinya, kuharap kita bisa bertemu lagi dalam keluarga yang berbeda.

Sepupuku Kim Jaejoong,
Entah kau tahu hal ini atau tidak, tapi sebenarnya aku benci menganggapmu sebagai sepupuku.
Aku ingin menganggapmu sebagai temanku, sebagai sahabatku, atau kalau bisa sebagai kekasihku.
Aku benci keadaanku sekarang. Aku benci semua ini.

Aku ingin selalu berada disampingmu sampai kapanpun juga.
Aku ingin melindungimu selamanya.
Dan aku ingin menjagamu tanpa takut cibiran orang lain lagi.
Aku sangat berharap dapat memilikimu.
Tapi, apa yang bisa aku lakukan?
Berpikir untuk berada didekatmu saja membuatku kewalahan.
Berangan-angan untuk menikahimu membuatku sesak.
Dan bermimpi untuk dapat hidup semati denganmu membuatku tak berdaya.

Jae,
Aku sungguh mengagumimu,
Aku menginginkanmu,
dan Aku sangat mencintaimu.


Your Cousin,
Jung Yunho

=========

Untaian kata-kata yang pernah ia torehkan di selembar kertas itu tak pernah bisa ia berikan pada lelaki pujaannya sampai saat ini.
Dia hanya bisa menyimpannya rapat di meja tanpa sanggup memberikan surat itu padanya.

========

Tak seberapa lama kemudian, terdengar suara ketukan pelan pada pintu rumahnya. 'Siapa yang datang di rumah jelekku ini? Di saat seperti ini pula?' tanyanya dalam hati.

=========

Dibukanya pintu itu perlahan-lahan. Dan betapa kagetnya dia ketika tahu tamu yang sedang berkunjung di rumahnya kini.
"Kau?" tanyanya pada sosok pria yang ada di hadapannya itu.
"Ya. Ini aku. Bagaimana kabarmu Yunho?" ujar pria itu.
"Aku... Aku baik-baik saja. Kau? Ah, masuklah. Di luar agak dingin, tidak baik untuk kesehatanmu."
Lalu tanpa sungkan-sungkan pria yang sedang berada tepat didepannya itu akhirnya masuk kedalam. Walaupun udara malam saat itu sangat dingin. Entah kenapa, setelah masuk kedalam rumah yang bisa dianggap sebagai rumah yang sudah tidak layak dihuni itu, dia seakan-akan merasakan kehangatan.
"Kau mau minum apa?"
Teringat akan pertanyaan yang baru saja terlontar dari mulutnya itu, ia jadi semakin bingung. Minuman apa yang sanggup ia suguhkan pada tamunya ini? Padahal air putih pun hanya tinggal sedikit.
"Tidak perlu. Aku tidak terlalu haus." jawab pria itu dengan sopan.
"Baiklah kalau begitu. Tapi, hal apakah yang bisa membuatmu berpikir untuk datang ke rumah jelekku ini?"
"Apakah aku tidak boleh berkunjung kesini? Apakah aku tidak boleh mengunjungi saudaraku satu-satuny?"
"Ah...Bukan begitu maksudku. Aku hanya tidak menyangka kau akan datang. Lagipula aku yakin sekarang kau sangat sibuk sekali."
"Tidak juga. Aku hanya ingin mengunjungimu saja. Bukankah kita sudah tidak bertemu sejak saat itu?"

Flashback

"Aku mohon, lepaskan dia. Dia tidak bersalah. Dia hanya berada pada waktu dan tempat yang salah. Aku mohon, hentikan. Hentikan..." ucap Jaejoong seraya melindungiku dari tatapan warga desa.
"Sudahlah Jae, pergilah. Kau bisa ikut-ikutan terluka gara-gara aku."
"Tidak apa-apa Yun. Bukankah kita sudah berjanji akan saling membantu?" ucapnya sambil tersenyum.
"Semuanya. Warga Desa yang kami hormati. Aku hanya ingin meluruskan hal ini saja. Jung Yunho bukanlah orang yang bersalah. Dia tidak bersalah. Dia tidak sengaja melakukannya. Dia hanya kebetulan ada ditempat itu. Dan dia tidak sengaja melepaskan tembakan disana. Percayalah padaku. Dia bukan orang yang jahat. Dia hanya berada dalam tempat dan waktu yang salah saja." ucap Jaejoong seraya menjelaskan permasalahannya.
"Tapi dia sudah membunuhnya. Itu berarti dia adalah pembunuh. Pembunuh harus pergi dari Desa ini. Dia adalah ancaman bagi yang lainnya. Ayo semuanya, kita usir dia dari sini !" teriak salah satu warga.
"Ayooo...!" teriak warga lain bersama-sama.
Kemudian satu persatu batu dilemparkan ke arah kami. Bahkan banyak yang tidak meleset dan sempat melukai kami berdua.
"Sudah Jae. Pergilah. Jangan melakukan hal konyol sekarang. Aku mohon pergilah." ucapku pada Jaejoong.
"Tidak apa-apa Yun. Ini semua juga kesalahanku. Aku yang harusnya menerima perlakuan ini. Bukan kau. Lagipula aku juga..."
Belum sempat Jaejoong menyelesaikan kalimatnya itu, tiba-tiba sebuah batu tepat mengenai kepalaku dengan keras. Kurasakan sakit di sekujur tubuhku saat ini, dan setelah kuraba kepalaku yang terasa sakit itu, ternyata kutemukan adanya noda merah. Itu pasti darahku. Darahku mengalir keluar tanpa kusadari dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Dan aku tidak bisa merasakan apapun lagi.

===========

"Kau sudah bangun Yun? Bagaimana perasaanmu?"
Aku seolah-olah mendengar suara seseorang. Itu pasti suara Jaejoong. Apa yang terjadi?
Kubuka mataku perlahan-lahan. Dimana ini?
"Jae? Dimana ini?" tanyaku.
"Kau sekarang ada dirumahku. Bagaimana dengan kepalamu? Apa masih terasa sakit?" tanyanya.
Kepalaku? Aku ingat. Kepalaku sempat terlempar batu tadi. Sekarang sudah diperban. Pasti dia yang telah melakukannya.
"Tidak. Sudah tidak apa-apa. Terimakasih. Lebih baik aku pulang saja."
"Kenapa secepat ini? Nanti saja sampai lukamu sembuh."
"Tidak. Tidak apa-apa. Aku tidak mau merepotkanmu lebih lama. Maafkan aku. Gara-gara aku, kau terlibat masalah. Aku... Pergi dulu."
Seketika itu pula aku langsung pergi. Aku tidak mau berlama-lama disini. Karena semakin lama dia bersamaku, maka semakin sering pula dia terlibat masalah bersamaku.

End of Flasback

"Kau ternyata masih ingat." ucapku pelan.
"Tentu saja. Dan saat itu kau pergi dengan tatapan yang aneh. Aku pikir kau marah padaku."
"Bukan. Bukan begitu. Aku tidak marah padamu. Saat itu, aku tidak mau merepotkanmu, Jae. Aku tidak mau membuatmu terluka gara-gara aku. Maaf jika perbuatanku membuatmu merasa bersalah."
"Sudahlah. Tidak usah dibicarakan lagi. Itu tidak masalah bagiku. Hmmm... Oh iya, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja? Sudah lama aku tidak jalan-jalan bersamamu. Kau punya waktu?"
"Tentu." jawabku dengan tersenyum.
"Baiklah. Kita ke bukit itu saja. Bagaimana?" tanyanya bersungguh-sungguh.
"Kita berangkat sekarang. Ayo...!" ujarku sambil berjalan keluar.
"Ya ! Kau mau meninggalkanku ya? Awas kau !" ujarnya seraya berlari ingin mendahuluiku.

TBC

Wow !
Selesai juga chap 1-nya.
Semoga aja bagus, n banyak yg suka.
Hooommmm....! #komat-kamit baca mantra
Sipp ! Yang baca, mohon komennya ya?
Gomawo #bow


ini dia link Chap 2 Untitled Story 2

Which One ?? (FF Yunjae)


Title                : Which One??
Chap                : 1/?
Author             : iceteacassie a.k.a. Aistiyana a.k.a. i5ryansmanda
Rating             :PG17
Genre              :Romance
Cast                 : DBSK


Tahun 201x

Malam ini adalah malam yang sangat dinanti-nantikan oleh semua orang.Oleh para fans yang menyebut diri mereka sebagai Cassiopeia dan Bigeast.Dan tentu saja oleh para member TVXQ.
Malam ini mungkin akan menjadi malam yang tidak akan pernah mereka lupakan.Karena pada malam hari ini,mereka-TVXQ dan para Fans-akan menyaksikan peresmian kembalinya Grup BoyBand yang pernah mempunyai fans terbanyak di Asia itu.
-
-
-
Setelah selesai melakukan konser malam ini,mereka semua pun bisa bernafas lega.Akhirnya konser malam ini  berakhir dengan sukses.Mereka berhasil membawakan lagu "Hug" dengan sempurna.Benar-benar memuaskan.
Setelah ini pun,mereka harus mempersiapkan diri untuk wawancara debut grup mereka.Ya, debut sebagai grup TVXQ.
Pada akhir tahun 2003 yang lalu,mereka sudah pernah melakukan debut untuk pertama kalinya.Dan hari ini adalah debut mereka yang kedua.Mereka akan meresmikan 'Bersatunya kembali TVXQ' setelah sempat terpecah menjadi dua bagian pada tahun 2009 silam. Alasan terpecahnya mereka tidak usah dibicarakan lagi.Yang penting sekarang tidak ada lagi JYJ dan Homin.Yang ada hanyalah TVXQ. The God from East. Lima Dewa dari Timur. Idola para Cassiopeia dan Bigeast.
-
Konser pun telah usai. Masing-masing member dan para kru mulai beristirahat dan melakukan hal-hal yang lain.

Jae POV

Seusai konser aku langsung menuju ruang ganti.Aku harus mengecek sesuatu disana. Ketika aku sedang berjalan menuju kamar ganti, tiba-tiba kurasakan ada seseorang yang memelukku dari arah belakang.Kira-kira siapa dia ya??Aku sempat berpikir kalau orang yang memelukku itu Yunho.Pasti dia sudah tidak tahan lagi ingin melakukannya. Hhehe...
"Yunho,ada apa?"
"...."
"Hei...!"
"Eh, ini aku, Hyung..."
"Ha?! Yoochun?"
Aku kaget sekali.Semula aku pikir dia itu Yunho,tapi ternyata bukan.Aku menghela nafas panjang.Ada apa dengan Yoochun sekarang?? Kenapa tiba-tiba dia memelukku begini?
"Hmmm...Ada apa,Yoochun-ah?"
"Tidak apa-apa Hyung.Hanya ingin memeluk Hyung saja."
"Owh...Aku pikir ada apa."
Suasana Hening seketika.Dia memelukku dalam waktu yang
cukup lama.Seperti baru bertemu setelah berpisah saja.Tapi biarlah,tidak apa-apa.Lagipula apa ruginya bagiku?Dia memang suka memelukku seperti ini.Seperti anak kecil saja.

End of Jae POV

===========

Yoochun POV

Hhaahh...
Karena saking lelahnya, seusai konser,aku langsung menuju ruang ganti.Tapi kulihat  Jaejoong Hyung berjalan sendirian di depanku,jadi aku langsung mengejarnya dan memeluknya dari belakang.Aku rindu sekali memeluknya seperti itu.
-
-
Sekarang kami sudah berlima lagi.Ini artinya kesempatanku bersama dengannya akan berkurang karena ada Yunho Hyung di antara kami.Ya,pasti aku akan cemburu lagi seperti dulu.Tapi mau bagaimana lagi?Di satu sisi aku sangat senang karena kami semua bisa bersama seperti dulu.Tapi di sisi lain aku juga sedih,karena saat ini aku hanya bisa mencintai Jaejoong Hyung saja tanpa bisa memilikinya. Hmmm... Aku rasa pepatah ini sangat cocok untukku sekarang.
"Ada apa Yunho?"tanyanya.
Aahh...Dia pikir aku Yunho Hyung.Aku menghela nafas panjang.Aku rasa,aku akan kembali terpuruk seperti dulu.Dan melihat mereka berdua melukai hatiku lagi.
"Hei...!"
"Eh, ini aku, Hyung..."
Mendengar hal ini,aku rasa dia pasti akan kaget.Karena awalnya dia pasti berpikir kalau orang yang memeluknya ini adalah Yunho Hyung.Tapi ternyata bukan.
"Ha?! Yoochun? Hmm...Ada apa,Yoochun-ah?"
Tebakanku kali ini memang tidak meleset.Dia memang benar-benar kaget.Dan aku pikir dia jadi agak salah tingkah. Hhehe...Lucu.Tapi biarlah,aku ingin seperti ini dulu.Tidak apa-apa kan Hyung?? Lagipula setelah ini aku akan jarang mendapatkan kesempatan untuk memelukmu.Mumpung tidak ada Yunho Hyung disini,jadi aku manfaatkan saja ah...
"Tidak apa-apa Hyung.Hanya ingin memeluk Hyung saja."
"Owh...Aku pikir ada apa."
-
-
Hening.
Hmmm...Aku senang sekali,dia tidak memberi reaksi penolakan pada perlakuanku ini.Tapi aku juga tidak tahu,kenapa dia pasrah menerimanya ya?

End of Yoochun POV

=========

Yunho POV

Akhirnya selesai juga.Setelah penantian panjang yang kami lakukan.Ternyata terbayar sudah perjuangan kami ini.Aku sangat senang sekali.Dengan ini,kami sudah resmi kembali sebagai anggota TVXQ5/DB5K-julukan yang para fans berikan saat kami berlima. Rasanya,hatiku gembira sekali.Apalagi,kami bisa bersama seperti dulu.Aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.Rasanya...Entahlah,aku bingung bagaimana menjelaskannya.Tapi yang penting sekarang kami dapat berada dalam dorm yang sama lagi seperti sebelumnya.
-
-
Saat berjalan, aku tak sengaja melihat Changmin dan Junsu sedang duduk dan mengobrol. Jadi kuputuskan untuk menghampiri mereka.
"Dimana Jaejoong?"tanyaku pada Junsu dan Changmin.
"Aku tidak tahu,Hyung.Paling-paling kalau bukan ke toilet ya ke ruang ganti."jawab Junsu sekenanya.
"Owh...Begitu? Ya sudah, aku pergi dulu."jawabku singkat.
"Oh iya, Hyung.Nanti kalau ketemu dengan Yoochun Hyung,katakan padanya kalau manager sedang mencarinya."ujar Changmin.
"Ne...Tapi kenapa manager mencarinya?"
"Katanya, Yoochun Hyung diminta untuk membuat lagu baru gitu Hyung."jelas Changmin
"Owh...Hebat juga ya dia.Padahal ini adalah konser pertama kita.Tapi dia sudah diminta untuk membuat lagu baru.Wah..."
"Sudah lah Hyung.Tidak usah kaget seperti itu. Yoochun kan memang punya bakat alami.Hhehe..."kali ini Junsu yang bicara.
"Ne...Aku tahu.Ya sudah aku pergi dulu."

End of Yunho POV

=========

Changmin POV

Konser telah usai. Hatiku sangat senang sekali.
Rasanya tubuhku cukup lelah sekarang. Jadi kuputuskan untuk istirahat sebentar.
Kulihat Junsu Hyung sedang duduk di belakang panggung. Jadi kudekati saja dia.
"Hyung !"
"Ah, kau Shim Changmin. Tumben kau memanggilku Hyung. Apa kau sudah lupa kebiasaanmu itu?" ujarnya dengan ekspresi agak terkejut.
"Hehe... Sudahlah. Jangan membahas hal itu lagi. Lagipula sekarang bukan saatnya bercanda kan?"
"Iya, Kau benar juga.."
-
-
Tak seberapa lama kemudian, kulihat Yunho Hyung datang mendekati tempat kami.
"Dimana Jaejoong?"tanyanya pada kami.
'Hhahh...Mulai lagi.' runtukku dalam hati. Kenapa yang ada di pikiran Yunho Hyung hanya Jaejoong Hyung saja? Apa dia tidak tahu kalau aku juga menyukainya. Padahal aku pikir selama beberapa tahun kami bersama, dia akan mulai melupakan Jaejoong Hyung. Tapi ternyata tidak. Dia tetap mempertahankan cintanya itu.
Apa dia tidak pernah berpikir mengenai alasanku tetap tinggal di TVXQ (SM.Ent.)? Hhaah...Kuhela nafas berat. Sebenarnya alasanku tetap tinggal disini adalah dia. Ya.. Aku tidak mau berpisah dengannya. Dia adalah seseorang yang sangat berarti bagiku. Aku sudah menganggapnya lebih dari sekedar seorang kakak... Dan aku rasa, perasaanku padanya ini sangatlah tulus.
-
-
"Aku tidak tahu, Hyung. Paling-paling kalau bukan ke toilet ya ke ruang ganti."jawab Junsu Hyung.
"Owh..Begitu? Ya sudah aku pergi dulu." ujar Yunho Hyung singkat.
Hhahh....Baiklah...
'Mulai saat ini, aku harus bisa menahan api cemburuku lagi. Dan mulai saat ini aku harus kembali menekan gejolak rasa di hatiku ini.' pikirku.
-
-
Tiba-tiba aku teringat sesuatu,"Oh iya, Hyung.Nanti kalau ketemu dengan Yoochun Hyung,katakan padanya kalau manager sedang mencarinya."kataku agak terburu-buru.
"Nee...Tapi kenapa manager mencarinya?"
"Katanya, Yoochun Hyung diminta untuk membuat lagu baru gitu Hyung." jawabku lagi.
"Owh...Hebat juga ya dia. Padahal ini adalah konser pertama kita.Tapi dia sudah diminta untuk membuat lagu baru.Wah..."
Kulihat wajahnya kembali cerah.Tidak seperti saat hanya bersamaku dulu.
"Sudah lah Hyung. Tidak usah kaget seperti itu. Yoochun Hyung kan memang punya bakat alami.Hhehe..."kali ini Junsu yang bicara.
"Ne...Aku tahu.Ya sudah aku pergi dulu."
Setelah itu dia pun pergi meninggalkan kami berdua. Aku tahu pasti saat ini, tujuannya adalah Jaejoong Hyung. Ya.. Aku rasa hanya itu yang dia pikirkan saat ini.

End of Changmin POV

==========

Author POV

Setelah menuju ke toilet, Yunho tetap tidak menemukan Jaejoong. Lalu dia putuskan untuk mencarinya di ruang ganti. Di tengah perjalanan menuju kesana, terlihat ada dua orang sedang berpelukan.
"Ya ! Apa yang kau lakukan?"ujar Yunho sambil menunjuk mereka dengan jari telunjuknya.
Sontak orang yang sedang berpelukan tadi kaget dan menatapnya heran.
"Yunho??"
"Hyung??"
"Apa yang barusan kalian lakukan?" tanya Yunho dengan tatapan tajamnya.
Jaejoong dan Yoochun jadi salah tingkah.
"Eh,tadi Yoochun hanya memelukku saja.Kenapa kau jadi berteriak seperti itu?Jangan berlebihan Yunho."
"Tidak bisa begitu Joonggie.Dia tidak boleh main peluk begitu saja padamu."
"Memangnya kenapa?Tidak apa-apa kan?Lagipula,disaat seperti ini kita seharusnya bergembira.Bukannya saling marah."

End of Author POV

==========

Yunho POV

"Memangnya kenapa?Tidak apa-apa kan?Lagipula,disaat seperti ini kita seharusnya bergembira.Bukannya saling marah." tukas Jaejoong.

Jlub....Jlub....Jlub...

Hatiku bagaikan ditusuk ribuan pisau. Dadaku menjadi sesak seketika. Rasa sakit perlahan menjalar ke seluruh tubuhku.
Kenapa dia bicara begitu?Apa dia sudah tidak menyukaiku lagi?Apa setelah sekian lama, perasaannya terhadapku mulai menghilang?
"Kenapa kau bicara begitu Jae?"tanyaku halus.
"Apa maksudmu Yun? Bicara apa?" wajahnya terlihat sangat bingung.
"Kenapa kau bicara seolah-olah aku bukan siapa-siapa bagimu?"
"Maksudnya apa? Kau ini kan sahabatku Yun." jawabnya lagi.

Deg.

Jantungku terasa hampir berhenti berdetak.
Nafasku kembali sesak.
Dia tidak seperti Jae yang kukenal selama ini. Dia sudah berubah. Apa selama kami terpisah, dia mulai berubah?? Aku tidak mengerti.
Hatiku merasa kecewa sekali.
Otakku memaksa kakiku untuk melangkah.
Tak ayal lagi, akupun pergi menjauhi mereka.
Sejenak, aku ingin mencoba menenangkan diriku ini.
-
-
-
Keesokan harinya....

'Jae, masihkah kau mencintaiku?' pertanyaan itu selalu berputar-putar di otakku saat ini.
Semalam aku tidak bisa tidur gara-gara memikirkan pertanyaan itu.
-
-
"Hyung? Gwenchanayo?"tanya Junsu yang kebetulan melihatku keluar kamar.
"Gwenchana."jawabku sekenanya.
"Kau tampak pucat, Hyung. Apa tidurmu tidak nyenyak semalam?" tanyanya lagi.
"Ani...Aku tidak apa-apa. Mana mungkin aku tidak bisa tidur nyenyak jika semalam kita telah berhasil menggelar konser kita? Kau ini ada-ada saja Junsu. Hmmm... Apa yang lain sudah bangun? Sepertinya aku bangun kesiangan."
"Heum.. Jaejoong Hyung sedang membuat sarapan di dapur. Yoochun sedang mandi. Sementara Changmin masih menonton tv dari tadi." jelasnya.
"Begitu ya? Baiklah aku pergi dulu."
Aku pun melenggang pergi meninggalkan Junsu yang masih menatapku bingung.

End of Yunho POV

=========

Author POV

Yunho pun mendatangi tempat Jaejoong berada.
Tapi kali ini, Yunho tidak mencoba mendekati Jaejoong. Dia hanya berdiri di luar dapur sambil terus menatap orang yang ada di dalamnya. Orang yang sangat ia rindukan itu. Orang yang sangat ia cintai.
-
"Kenapa kau berdiri di sana terus Yun? Kalau kau mau membantuku, masuklah..."
Sontak Yunho merasa kaget karena dipanggil seperti itu. Akhirnya Yunho pun menuruti kata-kata Jaejoong dan masuk ke dalam. Dia juga mendekati tempat berdirinya Jaejoong. Dia berdiri tepat disamping pria itu.
"Kau tidak apa-apa Yun?" tanya Jae khawatir.
Yunho tidak memberi respon apapun. Dia hanya memandang Jae penuh makna.
Orang yang dipandanginya pun menjadi heran.
"Ada apa? Kau kenapa?" tanya Jae lagi.
Yunho hanya terdiam. Hal yang bisa dia lakukan hanyalah menatap Jae lekat-lekat. Setelah puas memandangi pria manis di depannya itu, Yunho pun langsung memeluknya.
Jaejoong yang tiba-tiba dipeluk pun menjadi kaget seketika.
-
-
-
"Jae... Aku rindu sekali denganmu..."
"Eheheh... Aku juga Yun."
"Aku boleh memelukmu seperti ini kan?"
"Hmmm... Tidak apa-apa... Tapi setelah ini, kau harus membantuku memasak ya?"
"Heum...Tentu."
-

FIN

whagagag... :D
FF ini dah lama tag simpan.
Tp baru kali ini mo bener2 ngeditnya...
Yah...Begitulah...:)
kuharap ini bagus.
Bwat yg baca komen ya...
Enaknya dilanjutin nggak..??
Gomawo...

Sabtu, 26 November 2011

TVXQ - Winter Rose Lyrics

Romaji

Fuyuno seizano youni gairojuno akari
Sorawo oou beruno yukino otogasuru
Hanareteita jikanmo daite dakishimete
Want kiss sotto My love motto
Fukaku tsutaetai bokuha

Kimiga ireba soredeii
Sousa close to heart, close to my love
Tatta hitotsu shikanai aiga kokoni arukara
Kimino tameni irebaii
Itsumo close to heart, close to your love
Tokimekiwo kasaneau kokorono nakani winter rose

Kinya ginno mall ni afureru hitonami
Chiisana hakowo daita kimiga kaketekuru
Sono isshunni munega shimetsukerarete
Want kiss zutto Your love kitto
Kotaewo mitsuketa bokuha
Kimiga ireba soredeii
Sousa close to heart, close to my love
Futari dakewo futariha shinjite irareru hazu
Kimino tameni irebaii
Itsumo close to heart, close to your love
Samishisamo wakariau kokorono nakani winter rose

Imamadeno donna omoide nimo
Tada kono ichinichiwo yurushite no more tears no more lies
Konyaha shiawasega mukuwareru tameno yorusa
Tsuyoku futariha musubareteru tsuyoku
Kimiga ireba soredeii
Sousa close to heart, close to my love
Tatta hitotsu shikanai aiga kokoni arukara
Kimino tameni irebaii
Itsumo close to heart, close to your love
Tokimekiwo kasaneau kokorono nakani winter rose

Translation

The winter stars, the illuminations on the roadside trees
The veil covering skies, the sound of the falling snow
Hug, hugging even the times we were apart
I want to kiss you softly, my love, more and more
I want to convey my deep feelings to you

My only hope is that, you be at my side
Yes, close to heart, close to my love
The one and only love is here in my hands
I will be here only for you, always
Close to heart, close to your love
Our love blends together, in our hearts, winter rose

The crowds overflowing in the golden and silver malls
You are running to me with a small box in your hand W
atching you at that moment, my heart leaps
I want to kiss you forever, your love, surely
I’ve finally found my answer My only hope is that, you be at my side
Yes, close to heart, close to my love
We should be able to believe in our love
I will be here only for you, always
Close to heart, close to your love
We can even share our loneliness, in our hearts, winter rose

For each memory we hold up to this moment
Please forgive this day, no more tears, no more lies
Tonight shall be the time our happiness would be rewarded
We are strongly tied together, so strongly
My only hope is that, you be at my side
Yes, close to heart, close to my love
The one and only love is here in my hands
I will be here only for you, always
Close to heart, close to your love
Our love blends together, in our hearts, winter rose


Japanese Source: sainokuni@vimeo & smiley@OneTVXQ.com
Translation: smiley @ OneTVXQ.com
Credits: OneTVXQ.com {One World. One Red Ocean. One TVXQ!}

Senin, 21 November 2011

Fanfic Yunjae

Title : Tidak !!
Author : iceteacassie a.k.a. Aistiyana a.k.a. i5ryansmanda
Rating : PG13
Genre : Comedy
Cast : DBSK


Hhhuuaaahhh...... Setelah kucoba untuk merenggangkan kembali otot-ototku. Aku berusaha duduk agar tubuhku tidak dihinggapi rasa kantuk lagi. Kuerjap-erjapkan mataku dan menguceknya sesekali agar terbiasa dengan kondisi kamarku yang agak gelap ini. Kira-kira sekarang jam berapa ya?? Kulirik jam weker di atas meja nakas samping kiri ranjangku.
Pukul 05.00 pagi.
Aku rasa ini sudah waktunya untuk bangun dan membangunkan member lainnya. Disamping kananku Yoochun masih tampak tertidur pulas. Kalian pasti bertanya-tanya mengapa aku bisa sekamar dengan Yoochun sekarang. Alasannya adalah karena aku dan Yoochun memang telah lama berbagi kamar sebelumnya. Ini juga karena ukuran ranjangnya lebih besar daripada kamar yang lain. Semula aku berpikir kalau aku akan berbagi kamar dengan Jaejoong. Tapi entah kenapa, dia lebih memilih kamar yang hanya bisa dihuni satu orang saja. Changmin dan Junsupun ikut-ikutan seperti dia. Dan karena di dorm baru kami ini hanya disediakan empat kamar, akhirnya sekarang aku sekamar dengan Yoochun. Hhhaaahhh... aku menarik napas panjang. Melihat kondisi Yoochun sekarang yang tidur nyenyak di sampingku ini, aku rasa dia masih agak kelelahan. Karena kemarin jadwalnya lebih padat daripada member yang lain. Pantas kan kalau dia merasa lelah? Kulihat sosok tubuh Yoochun masih sengaja terperangkap di dalam selimut tebal itu. Dan tentu saja bantalpun juga masih bertengger di atas kepalanya. Dia memang suka tidur dalam kondisi seperti ini. Paling-paling dia mendengar degkuranku tadi malam dan merasa agak risih. Jadi dia menutup kepalanya dengan bantal. Melihat hal itu aku jadi tidak tega. Aku akan membangunkannya nanti setelah aku membangunkan yang lain. Bicara soal member lain, pasti mereka masih tertidur seperti biasanya di kamar masing-masing. Baiklah tanpa menunggu lama-lama akan aku mulai dari kamar paling ujung saja, kamar Junsu.

***********

Sebelum aku pergi ke kamarnya,tak lupa aku menyempatkan diri untuk mandi. Setelah selesai membersihkan diri, aku pun berjalan mendekati kamar Junsu dan membuka pintu kamarnya itu. Kulihat dia memang masih tertidur. Posisinya memang agak aneh menurutku. Posisi kepala sekarang berada di dekat lutut dan tangannya saling mengait. Aku rasa dia seperti orang yang kedinginan saja. Setelah aku mendekat, ternyata kurasakan hawa yang memang terlalu dingin. Dasar Junsu. Dia pasti menurunkan suhu AC nya lagi. Kebiasaan yang aneh.
Aku pun akhirnya melihat ke arah AC yang tidak jauh dari ranjangnya itu. Dan yang benar saja?? Pantas dingin sekali... kau tahu berapa derajat angka yang tertera di monitornya?? 10 derajat celcius. Mana mungkin tidak dingin?? Aku saja hanya berani menyetel sampai 15 derajat. Itupun sudah dingin. Apalagi dalam posisinya sekarang, selimut sudah tidak menyelubungi tubuhnya itu. Jika jadi dia, aku pasti sudah bangun gara-gara kedinginan. Oleh karena itulah, agar dia tidak mati kedinginan, aku mencari remote AC-nya dan meninggikan suhunya kembali. Kemudian aku membangunkannya.
Tak lama kemudian dia akhirnya bangun juga. Dia memang member yang gampang sekali dibangunkan diantara member lainnya.
“ Sudah pagi ya Hyung..?”
“ Ne, ayo cepat bangun. Dan cepat mandi sana. Kita ada jadwal jam 10.00 nanti.”
“ Jadwal apa Hyung?”
“ Kita diminta untuk mengikuti sesi pemotretan.”
“ Oooo...Baiklah, aku akan mandi dulu.”
“ Hey, Junsu. Sebelumnya bereskan dulu kamarmu ini. Berantakan sekali.!!”
“ Malas hyung...”
Junsu pun melenggang pergi. Dasar dia itu. Dari dulu selalu seperti ini. Selalu berantakan. Paling-paling nanti Jaejoong yang akan merapikannya. Kasihan kau Boo... Junsu selalu merepotkanmu. Tapi, aku juga tidak mau membereskan tempat ini. Jadi, aku pergi saja ah...

************

Sekarang beralih ke kamar kedua. Disini ditempati oleh Changmin. Diantara member yang lainya. Changmin adalah member yang sulit sekali dibangunkan. Kalian juga masih ingat kan kejadian dimana Jaejoong kesal padanya, sehingga dia akhirnya mencium si maknae ini agar bangun. Dan hasilnya, dia memang bangun juga. Aku sempat iri pada Changmin karena Jaejoong menciumnya seperti itu. Tapi biarlah. Itu sudah beberapa bulan yang lalu. Dan aku tidak mau mempermasalahkannya. Lagipula, sekarang Jaejoong sudah menjadi milikku. Aku bebas menciumnya kapanpun yang aku mau. (??)

**********

Setelah aku buka perlahan pintu kamarnya itu,aku melihat Changmin masih bersembunyi di balik selimut tebalnya.Dia tidur dengan kondisi yang lebih rapi bila dibandingkan dengan Junsu tadi. Tapi ada yang sedikit aneh. Hening sekali kamar ini. Kudekati ranjangnya dan kucoba untuk membangunkannya.Tapi ternyata setelah kusingkap selimutnya itu,Changmin tidak ada.
Dimana dia??Pantas sepi sekali.Kulihat sekeliling tapi aku tidak juga menemukan sosok tubuhnya itu.Apa Changmin tidak pulang semalam?? Atau jangan-jangan semalam Changmin tidur di kamar Jaejoong??Tidak. Tidak boleh.Changmin tidak boleh tidur dengan Jaejoongku.Member lain juga tidak boleh.Hanya aku yang boleh.Ya...Hanya aku.Tanpa menunggu berlama-lama,akupun langsung melesat ke kamar Jaejoong.Kebetulan kamarnya terletak tepat diantara kamarku dan kamar Changmin ini.
Begitu sampai di depan pintu kamarnya.Aku langsung membuka pintu itu.Tapi sebelum aku melakukannya,dari arah dapur kulihat Changmin berjalan gontai ke arahku.
"Hyung...Mau membangunkan Jaejoong Hyung ya?"tanyanya.
"Ne..Kau darimana Changmin?Tumben sudah bangun?Aku tadi baru saja dari kamarmu."
"Hmmm...Aku lapar Hyung.Jadi tadi langsung bangun.Tapi ternyata tidak ada makanan di kulkas.Cepat bangunkan Jae Hyung.Lalu minta buatkan makanan.Aku sungguh kelaparan Hyung."
"Aish,kau ini ! Tadi malam kau dan Yoochun sudah membuat cemilan malam seperti biasanya kan?"
"Ya sih.Tapi tetap saja aku merasa lapar.Tadi malam Yoochun Hyung hanya membuat ramen.Itupun hanya semangkuk."
"Ya sudahlah.Aku akan membangunkan Jaejoong dulu.Kau tunggu saja."
"Ne...Jangan lama-lama ya Hyung."
"Ya.."
Aku mengerti sekarang. Ternyata semalam Changmin tidak tidur di kamar Jaejoong.Ternyata dia sudah bangun duluan.Syukurlah.Hampir saja aku dibuat cemburu oleh maknae yang satu ini.
Baiklah,sekarang saatnya aku membangunkan Jaejoong.Kubuka pintunya perlahan-lahan.Dia masih tertidur.Pulas sekali tidurnya.Kamarnya agak gelap saat ini.Kudekati ranjangnya itu.Dan kucoba membangunkannya sehalus mungkin.
"Jae...Bangun.."bisikku di telinganya.
"heummm.."
Tubuhnya hanya bergerak sedikit dan dia tidak bangun juga.Hehe...akan aku coba lagi ah....
"Joonggie..."
"Berisik...!!"nadanya agak meninggi.
Mwo??Apa yang tadi dia katakan??Apa aku tidak salah dengar??Tapi, ada yang aneh. Suaranya itu bukan seperti suara Jaejoong. Ini seperti suara....Aigoo...
Ini suara husky milik Yoochun.
"Yoochun?"
"Apa sih Hyung?Mengganggu saja.Aku masih ngantuk nih.Sudah pergi sana."
"...."
Sejurus kemudian aku terdiam.Jadi,yang semalam tidur denganku itu Jaejoong?Kenapa aku tidak menyadarinya dari awal??Pabo.Yunho,kau benar-benar pabo.

*********

Aku pun memutuskan untuk kembali ke kamar.Di dalam sana,di balik selimut itu,dia masih tertidur pulas dan posisinya masih seperti sebelumnya.Aku rasa dia tidak banyak bergerak saat tidur.Kudekati tubuhnya itu.Dan kupastikan,apakah dia benar-benar Jaejoong atau bukan.
Kulihat kepala dan tubuhnya ditutupi oleh selimut dan bantal,tapi tangannya tetap terjulur keluar.Walaupun saat ini kondisi kamar agak gelap, tapi masih bisa kulihat kalau warna kulitnya itu putih pucat.Kuraba tangannya itu,halus.Ya,ini adalah tangan Jaejoong.Aku bisa merasakannya.Lalu kuputuskan untuk membangunkannya.
"Jae..."
"Heumm..."
"Bangun.Ini sudah pagi.Changmin memintamu untuk membuat sarapan."
"...."
"Joongie.."
"Hmmm..."
"Ayo bangun."
Kusenggol tubuhnya itu dengan tanganku dan kuputuskan untuk mengambil bantal yang menutupi kepalanya itu.Dan melihat keadaannya itu,sontak aku berteriak,"JAE...APA YANG TERJADI??KENAPA....KENAPA DENGAN KEPALAMU ITU??KENAPA DENGAN RAMBUTMU ITU??KENAPA TIDAK ADA RAMBUT DI KEPALAMU ITU??"

*********

"TIDAK !!"
Tak ayal lagi,aku langsung terbangun.Keringat bercucuran di seluruh tubuhku.Apa tadi??Aku tadi melihat Jaejoong tanpa rambut sehelaipun di kepalanya.Apa itu mimpi??Kulihat masih ada seseorang yang tidur disampingku.Dia bergerak-gerak, menandakan kalau dia agak terganggu oleh teriakanku tadi.
Sontak aku langsung membangunkannya.
"Jae...Bangun..."
Kuambil bantal yang menutupi kepalanya itu dan...
"Apa-apaan sih Hyung?Kau ini berisik sekali.Untuk apa tadi berteriak seperti itu?Aku masih ngantuk.Sudah jangan ganggu lagi."
Ha??Lagi-lagi aku melongo.Ternyata Yoochun yang semalam tidur denganku.Itu artinya,tadi itu hanya mimpi.Ya...Hanya mimpi.Tapi aku harus pastikan kalau itu benar-benar mimpi.Seketika itu pula aku langsung turun dari ranjang dan pergi mencari Jaejoong.Aku hanya ingin memastikannya saja.
Begitu keluar kamar,aku mendengar sesuatu dari arah dapur.Sepertinya ada seseorang disana.Lalu kuputuskan untuk menuju ke tempat itu terlebih dahulu.
Disana kulihat ada seseorang.Dari postur tubuhnya itu.Aku dapat menduga kalau itu adalah Jaejoong.
"Jae..."
Dia yang semula sibuk mengiris bawang,kemudian menatapku.Begitu melihatku,dia pun tersenyum.Ah...Senyum yang manis sekali.Kudekati tubuhnya,dan aku pun memeluknya dari belakang.Kucium aroma tubuhnya itu.Aroma yang selalu membuatku mabuk.Tak lupa aku pun menciumi leher jenjang miliknya itu.Kuhisap betul-betul,dan sesekali kubuat tanda disana.
"Hentikan Yunnie.Aku sedang sibuk."
"Tidak apa-apa Boo.Sebentar saja. Hmmm...Kau tahu,tadi aku mimpi buruk."
"Mimpi apa?"
"Kau jangan marah ya??Tadi aku bermimpi kalau kau mencukur habis rambut di kepalamu ini Boo."
"Hehehe...Kau lucu sekali.Mana mungkin aku mencukur kepalaku ini?Aku kan lebih suka rambut yang panjang,Yun."
"Benar juga ya."
Perlahan-laham namun pasti.Jaejoong menghentikan aktivitas mengirisnya dan membalikkan tubuhnya ke arahku.Begitu selesai,dia pun tersenyum ke arahku.Senyum yang selalu membuatku tergila-gila. Tidak lama kemudian senyum di bibirnya itu pun mengembang.Dan aku bisa melihat...
"HA ???"mataku melotot hampir keluar.Tubuhku kaku seketika.
"APA-APAAN INI?? GIGIMU... DIMANA GIGI-GIGI INDAHMU ITU,JAE??"

**********

"TIDAK !!!"
Lagi-lagi aku terbangun di ranjang.Ini pasti juga mimpi.Mimpi yang aneh.Kulihat disampingku Yoochun masih tertidur dengan posisi yang hampir sama seperti di dalam mimpiku.Tanpa berlama-lama aku pun membangunkannya.Aku tidak peduli kalau nanti dia akan membentakku.
"Yoochun-ah.Bangun..."
Karena tidak mendapat sahutan darinya,aku pun akhirnya mengambil bantal di atas kepalanya itu.Dan...
"TIDAK..!!!"
Sontak aku berlari keluar kamar.Menakutkan.Tubuh Yoochun tadi tanpa kepala.Aku berlari secepat mungkin.Tapi begitu keluar dari kamar,aku melihat Changmin,Junsu,dan Jaejoong duduk menonton televisi dan lagi-lagi mereka tanpa kepala.TANPA KEPALA !!
Apa-apaan ini??
Seketika itu pula,pikiranku menjadi kacau.Pandanganku berubah menjadi gelap.Kedua kakiku tidak kuat menahan beban lagi.Dan akhirnya akupun ambruk tak sadarkan diri.

*********

"Hyung...Hyung...Bangun..."
Kudengar ada suara yang membangunkanku.Lalu kucoba untuk membuka mata.Kulihat mereka berempat berdiri di depanku saat ini.Apa yang terjadi??Tunggu,bukankah tadi aku melihat mereka tanpa...
"Hyung...Kenapa kau tidur di sini?"tanya Junsu.
"Iya,Hyung.Tidak dingin apa??"kali ini Yoochun ikut bertanya.
Jaejoong yang sedari tadi menatapku khawatir akhirnya bicara juga,"Kau tidak apa-apa kan Yunnie?Kami khawatir padamu.Tadi kau berteriak keras sekali.Dan mendengar teriakanmu itu,kami semua terbangun dan menuju kesini."
Kulihat mereka semua menatapku dengan perasaan khawatir."Ne...Aku tidak apa-apa.Maaf sudah membangunkan kalian semua.Tadi aku mimpi buruk." "Hmmm...Ini benar-benar kalian kan?Aku tidak sedang mimpi aneh lagi kan?Tadi kulihat kalian berdiri tanpa kepala.Sekarang kepala kalian itu asli kan?Boo...Gigi dan rambutmu itu juga asli kan?"
Mendengar perkataanku tadi mereka berempat malah tertawa terbahak-bahak.
"Kau aneh Yunnie." ujar Jaejoong di tengah-tengah tawanya.
Sejurus kemudian,Changmin memukul lenganku.
"Aduh...Sakit, Min."
"Kalau kau merasa sakit.Itu artinya,sekarang kau tidak sedang bermimpi,Hyung. Lagipula apa yang tadi kau katakan itu? Kepala kami tentu saja asli. Apa perlu aku buktikan kalau kau sedang tidak bermimpi lagi?"
"Tidak perlu...Tidak perlu..."
Dia menatapku horor.Aku jadi merinding dibuatnya.Dan gara-gara itulah aku terpaksa membenarkan kata-katanya barusan.
Seketika itu pula Changmin meneruskan kata-katanya,"Ini pasti imbas dari film horor yang Hyung tonton semalam.Sudah kubilang kan Hyung.Jangan menonton film horor sendirian.Jadi seperti ini kan akhirnya. Hyung malah bermimpi yang aneh-aneh."
"Ne...Mian..."

The End

lagi-lagi FF Geje.
Hhehe...
Mian,pasti banyak yang aneh ya??
ini juga dah oernah tag upload di

Ok,komenlah yang banyak.
Gomawo.